Kisah cinta Embun dan Sang Daun…


DAUN: Rasa jam yang berdetik,terlalu lama bergerak…bulan seolah berhenti berputar,mana mentari?! Aku rindu sinarnya!

EMBUN:Aku bukan sinar mentari,hanya embun dingin yang menumpang didedaun,akan hilang bila datangnya pagi,dan Kau adalah daun itu…

DAUN :Memang aku daun,tetapi aku juga perlu proses fotosintesis,mmg kau embun,tetapi bukankah embun terhasil dari proses paling suci sayang…

EMBUN:A’ah tul gak ek!..cuma sampai bila embun mampu menumpang di atas daun…

DAUN:Sampai bila agaknya ? aku yang daun ini mamapu mengharap kasih si embun…sedang mentari semakin kuat menyebarkan sinarnya?

EMBUN:Embun telahpun menyerahkan kasihnya  pada sang daun,sementara mentari muncul…akan tetapi, embun tetap akan kembali di subuh hari selagi daun masih mahu embun menemani…

DAUN:Kalau bisa daun kerdil ini menjerit,dia akan laungkan yg tak mugkin dibiarkan embunini mengalir pergi begitu sahaja…kerana embun inilah jiwanya..embun inilah nyawanya..

EMBUN:Itulah nasib si embun dan sang daun…kalu bisa watu dan masa menemukan kita dijarak dan dimensi yang berbeza..mungkin aku bukanlah embun dan kau bukanlah daun itu..aku mungkin abadi menjadi milikmu..tetapi ia tak tertulis begitu..

DAUN:Cinta agung tak semestinya bersatu,cinta itu adalah jiwa yang bersemadi,bukan tubuh yang dimiliki..

EMBUN:Ya..mgkin itulah cinta sang daun dan embun..xmugkin bersatu..tetapi akan kan sentiasa MERINDU!

lalu mereka tersenyum…namun apa dihati? hanya meraka yang tahu…

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: