Bulanpun terbelah sama…


 

Wanita tua terjaga..merangkak..

Teraba dalam pekat hitam..terpegang

Darah segar mengalir dari tubuh kecil…mendakap

Sejuk,kaku seperti batu..terpaku

Memandang bulan hiba ..mengharap cahaya ..

dari ombak bedilan dari  daerah seberang …terlihat

disudut meja …terkulai..

anak lelakinya bernafas longlai…

mengesot lemah menarik anak ke pangkuan bersama  sekujur kaku tubuh cucu…

menemani anak mengira masa dan waktu …terkedu

ketika tiada lagi nafas dari tubuh anakmu ,gengaman tangan kian longgar…kehilangan

Hatinya bagaikan pecah berderai!

 Tiba-tiba semuanya sunyi..

Ombak bedilan dari musuh Tuhan ..tidak langsung kedenganran ..

Hanya sesekali ada cahaya

Sepanjang malam ..wanita tercengang..

Bagaimana harus ku tempuh rimba kegelapan..keseorangan

Hanya sisa duka …namun tiada lagi air mata

Bulanpun terbelah sama…

                                                                                                      -Fieha-

                                                                                                      5 Januari 2009

1 Comment (+add yours?)

  1. noraitusaya
    Jan 07, 2009 @ 05:06:22

    Pandai gak kau buat sajak ek… boleh ganti usman awang!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: