Surat Rindu Kepada Kekasih …


Katakanlah,

Jalan terbuka ini

Yang menjalar dari puncak gunung, melengkar

Lembut perlahan, berhenti sebentar di titian.

Di arus sungai telah ku lempari batu-batu kecil

Di ujung embun menitis sebuah rindu

Aku mencairkan cinta

 

Kau melihat ku

Begitulah saat-saat keinginan diri

Terbentur

 

Ujung tumit ku yang pecah

Dari retakan terhalus

Membelah dan perih tiba-tiba menyentuh air asin laut-Mu

 

Mata kian pedih bila malam-malam menunggu

Kau, Kekasih

Aku melutut di rahmat-Mu

Sebuah cinta sebenarnya berada

Di kepak-Mu, aku menghulur tangan

Menampung titis suci

Di taburan haruman kasih

 Aku telah kelu,

 

Tuhan ku

Bersama-Mu

Cinta menjadi manikam dengan seribu warna

Sekelian para kekasih menghimpun kenangan

Semua telah menepikan janji

Atau aku yang dulu sering membisiki dan merindui

 

Kini

Cinta menjadi satu

Aku telah masuk ke awan terbelah

Ke sebuah pintu rela

Penentuan-Mu, ya rabbi.

Siti Zainon Ismail

*suker sangat…menyentuh hati ,meresap jauh ke sanubari!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: